Gwangjang Market Seoul
|

Rekomendasi 7 Street Food di Gwangjang Market yang Wajib Dicoba, Lengkap dengan Harga

Kalau ada satu tempat di Seoul yang cocok untuk mencicipi berbagai makanan Korea dalam satu kunjungan, Gwangjang Market bisa menjadi jawabannya. Pasar tradisional yang berada di kawasan Jongno ini terkenal dengan lorong kulinernya yang dipenuhi penjual makanan, mulai dari bindaetteok yang baru digoreng hingga semangkuk kalguksu hangat.

Gwangjang Market bukanlah pasar yang baru populer karena media sosial. Pasar ini telah berdiri sejak 1905 dan menjadi salah satu pasar tradisional yang terkenal di Seoul. Selain makanan, pengunjung juga dapat menemukan kain, hanbok, pakaian, hingga berbagai produk tradisional.

Namun, bagi wisatawan yang datang untuk berburu kuliner, food alley menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Di sini, pengunjung dapat duduk di depan penjual, melihat makanan dibuat secara langsung, dan mencicipi berbagai street food khas Korea dalam satu perjalanan.

Kalau sedang merencanakan liburan ke Seoul, berikut beberapa makanan yang wajib masuk daftar jajan di Gwangjang Market, lengkap dengan perkiraan harganya.

Mengenal Gwangjang Market, Pasar Tradisional Ikonik di Seoul

Gwangjang Market terletak di kawasan Jongno dan dapat dijangkau menggunakan Seoul Subway Line 1 melalui Jongno 5-ga Station. Pasar utamanya beroperasi pada siang hari, sedangkan area food alley buka hingga malam, sehingga tempat ini juga bisa menjadi pilihan untuk mencari makanan setelah berkeliling Seoul.

Berjalan di dalam Gwangjang Market memberikan pengalaman yang berbeda dari restoran atau food court modern. Lorongnya dipenuhi penjual yang menawarkan makanan dari balik meja-meja kecil, sementara pengunjung duduk berdekatan sambil menikmati makanan.

Kenapa Gwangjang Market Terkenal?

Popularitas Gwangjang Market tidak terlepas dari pilihan makanannya yang beragam. Seoul Tourism mencatat bindaetteok, mayak gimbap, sundae, yukhoe, dan berbagai jenis jeon sebagai beberapa makanan yang menjadi daya tarik pasar ini.

Gwangjang juga semakin dikenal oleh wisatawan internasional setelah beberapa penjualnya muncul dalam berbagai konten kuliner, termasuk serial Netflix Street Food: Asia. Meski begitu, daya tarik kulinernya sudah menjadi bagian dari pasar ini jauh sebelum viral di internet.

Baca juga: Rekomendasi 6 Museum Unik di Seoul yang Wajib Anda Kunjungi saat di Seoul

7 Street Food yang Wajib Dicoba di Gwangjang Market

Bindaetteok, Pancake Gurih yang Jadi Ikon Gwangjang

Pancake goreng renyah berisi sayuran dan daging, berwarna cokelat keemasan.

Salah satu makanan yang paling identik dengan Gwangjang Market adalah bindaetteok, atau pancake gurih berbahan dasar kacang hijau.

Kacang hijau direndam dan digiling hingga menjadi adonan, kemudian dicampur dengan bahan lain sebelum digoreng diatas wajan besar. Hasilnya adalah pancake dengan bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut.

Bindaetteok biasanya disajikan dengan saus cocolan yang memberikan rasa gurih dan sedikit asam. Harganya berada di kisaran ₩5.000–₩7.000 per porsi (Rp60.000-90.000), meskipun harga dapat berbeda tergantung penjual dan ukuran porsinya.

Kalau ini merupakan kunjungan pertama ke Gwangjang, bindaetteok bisa menjadi salah satu makanan yang paling tepat untuk dicoba lebih dulu.

Mayak Gimbap, Kecil-Kecil tapi Bikin Susah Berhenti

Gulungan gimbap mini isi sayuran berbalut rumput laut  dan bertabur biji wijen.

Berikutnya ada mayak gimbap, gulungan nasi berukuran kecil yang dibungkus dengan rumput laut dan biasanya berisi wortel, bayam, serta acar lobak. Mayak gimbap umumnya disajikan bersama saus mustard atau kecap.

Namanya cukup unik. Dalam bahasa Korea, mayak berarti “narkoba”. Namun, istilah tersebut digunakan sebagai kiasan untuk menggambarkan makanan yang membuat orang ingin terus memakannya.

Satu porsi mayak gimbap biasanya dibanderol sekitar ₩3.000–₩5.000 (Rp40.000-65.000). Karena ukurannya kecil, makanan ini cocok untuk dicicipi bersama makanan lain tanpa membuat perut terlalu cepat penuh.

Kalguksu, Mi Potong yang Menghangatkan

Mangkuk berisi sup mi potong pisau berkuah gurih dengan toping rumput laut dan biji wijen.

Untuk makanan yang lebih mengenyangkan, kalguksu bisa menjadi pilihan. Nama kalguksu secara harfiah merujuk pada “mi pisau”, karena mi dibuat dengan memotong adonan menggunakan pisau sebelum dimasak.

Mi tersebut kemudian disajikan dalam kuah hangat dengan berbagai topping. Teksturnya lebih tebal dan kenyal dibandingkan beberapa jenis mi Korea lainnya.

Harga kalguksu di Gwangjang Market berada di kisaran ₩6.000–₩10.000 (Rp100.000-130.000) per mangkuk. Salah satu alasan makanan ini cukup populer di kalangan wisatawan adalah kemunculannya dalam Street Food: Asia, yang membuat penjual kalguksu di Gwangjang semakin dikenal secara internasional.

Tteokbokki, Street Food Korea yang Selalu Populer

Kue beras yang kenyal, dimasak dalam saus cabai merah gochujang yang kental, manis, dan pedas.

Rasanya hampir tidak lengkap membahas street food Korea tanpa tteokbokki. Makanan ini terdiri dari garaetteok, rice cake berbentuk silinder yang dimasak dalam saus merah dengan cita rasa pedas dan sedikit manis. Bagi penggemar drama Korea, tteokbokki mungkin sudah tidak asing lagi.

Di Gwangjang Market, satu porsi tteokbokki umumnya berada di kisaran ₩4.000–₩6.000 (Rp50.000-80.000) Kalau kamu kurang tahan makanan pedas, sebaiknya tanyakan tingkat kepedasannya sebelum memesan.

Yukhoe, Pilihan untuk Pecinta Daging

Tartare daging sapi mentah yang dicincang, dibumbui kecap dan minyak wijen, lalu diatapi kuning telur.

Kalau ingin mencoba sesuatu yang sedikit berbeda, yukhoe bisa masuk daftar. Yukhoe merupakan hidangan daging sapi mentah yang diiris tipis dan dibumbui, biasanya disajikan bersama irisan pir Korea dan kuning telur. Gwangjang Market bahkan memiliki area yang dikenal dengan berbagai restoran yukhoe.

Harga yukhoe tentunya lebih mahal dibandingkan jajanan lainnya, yaitu sekitar ₩15.000–₩25.000 per porsi (Rp190.000-320.000) tergantung penjual dan ukuran sajian.

Karena menggunakan daging mentah, wisatawan sebaiknya memperhatikan kebersihan tempat makan dan memilih restoran dengan reputasi baik. Bagi yang tidak mengonsumsi makanan mentah, masih ada banyak pilihan matang lainnya di sekitar pasar.

Sundae, Sosis Korea dengan Cita Rasa yang Berbeda

Sosis darah tradisional Korea berisi campuran dangmyeon (soun), nasi ketan, dan darah babi.

Jangan tertukar dengan sundae ala dessert. Dalam kuliner Korea, sundae adalah makanan yang dibuat menggunakan usus yang diisi dengan berbagai bahan, salah satunya dangmyeon atau mi kaca Korea.

Sundae biasanya dipotong menjadi beberapa bagian dan disajikan dengan garam atau bumbu pendamping. Teksturnya cukup berbeda dari street food Korea yang umum ditemukan wisatawan, sehingga bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mencoba makanan tradisional.

Harga sundae di Gwangjang Market berada di kisaran ₩6.000–₩8.000 per porsi (Rp80.000-100.000).

Kkwabaegi, Camilan Manis untuk Penutup

Donat kepang yang digoreng, memiliki tekstur empuk di dalam dan dilapisi gula kayu manis.

Setelah mencoba berbagai makanan gurih, waktunya mencari sesuatu yang manis. Salah satu pilihannya adalah kkwabaegi, twisted doughnut khas Korea.

Kkwabaegi dibuat dari adonan yang dipilin hingga membentuk spiral sebelum digoreng dan diberi taburan gula. Teksturnya sedikit kenyal, terutama karena penggunaan tepung ketan dalam adonannya.

Harganya relatif murah, yaitu sekitar ₩1.000–₩3.000 per buah (Rp12.000-40.000). Ukurannya juga praktis sehingga bisa dimakan sambil berjalan mengelilingi pasar.

Baca juga: Rekomendasi 3 Destinasi Slow Travel Menikmati Musim Gugur di Korea

Berapa Budget untuk Jajan di Gwangjang Market?

Kalau tujuan utamanya adalah mencoba beberapa street food, kamu tidak perlu menyiapkan budget terlalu besar. Dengan sekitar ₩20.000–₩25.000 per orang (Rp250.000-350.000), kamu sudah bisa mencicipi beberapa makanan seperti bindaetteok, mayak gimbap, tteokbokki, dan kkwabaegi.

Namun, budget akan bertambah jika ingin mencoba makanan yang lebih mahal seperti yukhoe atau memesan beberapa menu untuk sharing.

Perlu diingat bahwa harga di atas merupakan perkiraan, bukan harga resmi yang berlaku di semua stall. Harga dapat berubah dan berbeda berdasarkan penjual, ukuran porsi, maupun menu yang dipilih. Sebaiknya periksa papan harga sebelum memesan.

Tips Jajan di Gwangjang Market

Datang di Waktu yang Tepat

Area makanan dapat menjadi sangat ramai pada jam makan, terutama ketika semakin banyak wisatawan datang pada sore hingga malam hari. Kalau ingin menikmati suasana dengan lebih santai, datang lebih awal bisa menjadi pilihan.

Cek Harga Sebelum Memesan

Jangan langsung duduk dan menunjuk makanan yang terlihat menarik. Perhatikan terlebih dahulu papan menu dan harga di stall pilihanmu. Harga antarpenjual dapat berbeda, jadi tidak ada salahnya memastikan harga dan ukuran porsi sebelum memesan.

Jangan Langsung Membeli Banyak

Ini mungkin aturan tidak tertulis saat jajan di Gwangjang Market: jangan kalap di makanan pertama. Karena pilihannya sangat banyak, lebih baik mulai dengan beberapa makanan dalam porsi kecil atau sharing bersama teman. Setelah itu, baru lanjut ke makanan berikutnya. Dengan cara ini, kamu bisa mencicipi lebih banyak menu tanpa terlalu cepat kenyang.

Sisakan Ruang untuk Dessert

Dan tentu saja, jangan lupa menyisakan sedikit ruang untuk kkwabaegi. Setelah bindaetteok, kalguksu, dan tteokbokki, camilan manis sederhana ini bisa menjadi penutup yang pas sebelum melanjutkan perjalanan di sekitar Seoul.

Gwangjang Market, Lebih dari Sekadar Tempat Makan

Gwangjang Market memang terkenal sebagai destinasi kuliner, tetapi pengalaman berkunjung ke sini sebenarnya lebih dari sekadar berburu makanan. Pasar ini telah menjadi bagian dari kehidupan Seoul selama lebih dari satu abad. Di antara lorong makanan, pengunjung masih dapat menemukan toko kain, pakaian, kerajinan, dan berbagai produk tradisional.

Itulah yang membuat Gwangjang Market menarik untuk dimasukkan ke dalam itinerary Seoul. Kamu tidak hanya datang untuk mencari tteokbokki atau bindaetteok, tetapi juga dapat melihat bagaimana pasar tradisional tetap menjadi bagian dari kota modern.

Jadi, kalau sedang berlibur di Seoul dan ingin merasakan suasana pasar tradisional sekaligus mencicipi berbagai makanan Korea, Gwangjang Market bisa menjadi salah satu destinasi yang layak dimasukkan ke itinerary.

Datang dengan perut kosong, siapkan budget secukupnya, dan jangan terlalu cepat kenyang. Karena di Gwangjang Market, satu makanan biasanya hanya akan membuatmu semakin penasaran dengan makanan berikutnya.

Baca juga: Rekomendasi 10 Pasar Tradisional Korea yang Paling Cocok untuk Belanja dan Wisata Kuliner

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *