Rekomendasi 3 Destinasi Slow Travel Menikmati Musim Gugur di Korea

Kalau musim semi di Korea identik dengan bunga sakura, maka autumn in Korea punya pesonanya sendiri lewat perubahan warna pepohonan menjadi merah, kuning, dan jingga. Musim gugur di Korea berlangsung sekitar September hingga November, dengan suhu yang lebih sejuk dan langit yang cenderung cerah sehingga cocok untuk berbagai aktivitas luar ruangan. 

Memasuki bulan Oktober, warna daun mulai terlihat di berbagai kawasan, terutama pegunungan dan hutan. Pemandangan inilah yang kemudian membuat aktivitas seperti hiking, forest walk, dan sekadar berjalan santai menjadi bagian dari pengalaman wisata musim gugur.

Untuk tahun 2026, Korea Tourism Organization (KTO) memperkirakan foliage pertama akan muncul di Seoraksan pada 3 Oktober. Setelah itu, perubahan warna akan berlanjut ke berbagai wilayah Korea hingga puncak musim gugur yang diperkirakan berlangsung dari pertengahan Oktober hingga awal November. 

Namun, autumn di Korea tidak hanya menarik karena pemandangannya. Suasana yang lebih tenang dan aktivitas luar ruangan yang lebih santai juga cocok dengan tren slow travel dan wellness travel, yaitu menikmati perjalanan dengan tempo yang tidak terlalu terburu-buru.

Kenapa Autumn Jadi Waktu Favorit untuk Liburan?

Selain pemandangan, cuaca menjadi salah satu alasan autumn banyak dipilih untuk melakukan perjalanan di Korea. Suhu yang lebih sejuk membuat aktivitas outdoor terasa lebih nyaman dibandingkan musim panas.

Musim ini juga dipenuhi berbagai festival. KTO mencatat bahwa banyak festival musim gugur berlangsung dari awal September hingga awal November, dengan Oktober menjadi salah satu periode yang paling ramai untuk berbagai acara outdoor. 

Jadi, liburan autumn bisa diisi dengan lebih dari sekadar berburu foto daun warna-warni. Kamu bisa mengunjungi festival lokal, mencoba makanan musiman, hiking, atau menikmati suasana kota dan alam dengan lebih santai.

Autumn, Slow Travel, dan Healing

Kalau biasanya itinerary liburan dipenuhi daftar tempat yang harus dikunjungi, konsep slow travel menawarkan pendekatan yang berbeda.

Daripada mengejar lima destinasi dalam sehari, kamu bisa menghabiskan lebih banyak waktu di satu tempat. Berjalan di hutan, menikmati udara sejuk, mampir ke kuil, atau sekadar duduk melihat pemandangan juga bisa menjadi bagian dari perjalanan.

Konsep ini juga sejalan dengan perkembangan wellness travel di Korea. KTO memiliki program Wellness Korea 88 yang mencakup destinasi dengan pengalaman berbasis alam, healing, meditasi, spa, makanan, hingga penginapan. Jadi, pengalaman wellness di Korea tidak selalu berarti pergi ke resort atau melakukan spa treatment. 

Kalau kamu ingin menikmati autumn dengan tempo yang lebih santai, tiga destinasi berikut bisa masuk dalam daftar.

3 Destinasi Autumn Terbaik di Korea

1. Seoraksan, Gangwon State

Pemandangan Pegunungan Seorak di Korea Selatan saat musim gugur, menampilkan tebing batu granit yang megah, pepohonan berdaun merah dan kuning keemasan di lembah.

Buat kamu yang tidak sabar ingin melihat fall foliage Korea, Seoraksan bisa menjadi salah satu destinasi pertama yang dikunjungi. Seoraksan dikenal sebagai salah satu destinasi foliage paling populer di Korea. KTO menggambarkan kawasan ini sebagai destinasi musim gugur dengan warna-warni daun yang memenuhi lereng pegunungan. 

Kapan Waktu Terbaik Mengunjungi Seoraksan?

Menurut prediksi foliage 2026 dari KTO, warna daun pertama di Seoraksan diperkirakan muncul pada 3 Oktober, sedangkan puncaknya diperkirakan sekitar 25 Oktober. Tanggal tersebut tentunya masih dapat berubah karena kondisi cuaca dapat memengaruhi perubahan warna daun.

Menikmati Seoraksan Tanpa Harus Terburu-buru

Seoraksan cocok untuk kamu yang ingin menggabungkan autumn getaway dengan aktivitas outdoor. Tidak harus melakukan pendakian panjang; menikmati pemandangan pegunungan, berjalan di sekitar kawasan taman nasional, atau mengambil waktu untuk menikmati alam juga bisa menjadi pengalaman tersendiri. Kalau biasanya liburan di Korea identik dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, Seoraksan justru memberikan alasan untuk berhenti sejenak dan menikmati perjalanan.

Baca juga: Santapan Eksklusif di Ibu Kota Korea: Rekomendasi Restoran Fine Dining di Seoul

2. Odaesan dan Woljeongsa, Pyeongchang

Kalau ingin mendapatkan perpaduan antara fall foliage, alam, dan budaya Korea, Odaesan dan Woljeongsa bisa menjadi pilihan. Odaesan merupakan salah satu kawasan yang dikenal untuk menikmati autumn foliage. KTO juga memasukkan Odaesan sebagai salah satu destinasi populer untuk melihat warna musim gugur. Di kawasan ini terdapat Woljeongsa Temple yang dikelilingi hutan dan menawarkan suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan kawasan wisata kota.

Menyusuri Hutan di Sekitar Woljeongsa

Salah satu daya tarik kawasan Woljeongsa adalah Fir Tree Forest Road, jalur hutan yang memberikan pengalaman berjalan di tengah pepohonan. Aktivitas sederhana seperti forest walk menjadi semakin menarik ketika pepohonan mulai berubah warna. Tidak ada keharusan untuk mengejar banyak spot; cukup berjalan, menikmati udara sejuk, dan melihat perubahan warna daun di sepanjang jalan. Pengalaman seperti ini cocok untuk konsep slow travel karena perjalanan menjadi lebih banyak tentang menikmati suasana daripada mengejar jumlah destinasi.

Mencoba Pengalaman Templestay

Woljeongsa juga menawarkan pengalaman templestay, yang memungkinkan wisatawan merasakan suasana kehidupan di kuil Korea. Buat wisatawan yang tertarik dengan pengalaman budaya sekaligus ingin mengambil waktu untuk beristirahat dari rutinitas, templestay dapat menjadi cara berbeda untuk menikmati autumn. Di sinilah unsur wellness travel bisa terasa secara natural: bukan sekadar spa atau treatment, tetapi juga kesempatan untuk memperlambat aktivitas dan menikmati lingkungan sekitar.

Baca juga: Rekomendasi Perjalanan: Apa saja yang Harus Anda Ketahui dalam Perjalanan Pertama ke Korea?

3. Naejangsan, Jeonbuk

Musim gugur di Taman Nasional Naejangsan, Korea Selatan, memperlihatkan paviliun kayu tradisional Hanok di tepi kolam, jembatan batu, jalur pejalan kaki, dan pepohonan maple dengan daun merah membara serta kuning cerah.

Kalau kamu datang ke Korea sedikit lebih akhir dan ingin melihat autumn foliage yang masih berlangsung, arahkan perjalanan ke Naejangsan. Naejangsan National Park merupakan salah satu destinasi terkenal untuk menikmati musim gugur. KTO memasukkannya sebagai salah satu kawasan pegunungan yang populer untuk menikmati foliage Korea. 

Kapan Waktu Terbaik Mengunjungi Naejangsan?

Untuk 2026, peak foliage di Naejangsan diperkirakan sekitar 11 November. Ini membuat Naejangsan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mengejar warna autumn setelah periode puncak di kawasan seperti Seoraksan. Tentu saja, prediksi tersebut dapat berubah mengikuti kondisi cuaca.

Menikmati Autumn dengan Lebih Santai

Naejangsan menawarkan kombinasi pegunungan, pepohonan warna-warni, dan jalur untuk menikmati alam. Daripada menjadikan perjalanan sebagai perlombaan mencari sebanyak mungkin spot foto, kamu bisa menjadikannya sebagai nature escape. Luangkan waktu untuk berjalan, mengambil foto seperlunya, menikmati pemandangan, dan mencicipi makanan lokal di sekitar kawasan.

Fun Fact: Nama Naejangsan sering dikaitkan dengan makna “gunung yang menyimpan banyak rahasia” atau keindahan tersembunyi. Dengan banyaknya pemandangan alam dan jalur yang bisa dijelajahi, nama tersebut terasa cukup menggambarkan karakter kawasan ini.

Saatnya Menikmati Perjalanan dengan Tempo Berbeda

Autumn memberikan sisi Korea yang berbeda dari musim lainnya. Setelah panasnya musim panas berlalu, udara menjadi lebih sejuk dan berbagai kawasan mulai berubah menjadi lanskap merah, kuning, dan jingga.

Dari Seoraksan yang membuka musim foliage lebih awal, Odaesan dan Woljeongsa yang menawarkan perpaduan alam dan budaya, hingga Naejangsan yang menjadi salah satu destinasi foliage di akhir musim, setiap tempat memberikan pengalaman autumn yang berbeda.

Jadi, kalau biasanya liburan ke Korea berarti mengejar itinerary dari pagi sampai malam, mungkin autumn kali ini bisa menjadi alasan untuk slow down.

Baca juga: Rekomendasi Itinerary Musim Dingin 7 Hari Liburan di Korea Selatan

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *